Migrasi dari Kerja
bandara - Malam ini 22 Desember
2014 aku masih berstatus sebagai karyawan kontrak di sebuah maskapai
penerbangan lokal swasta yang mengoperasikan lebih dari 30 pesawat terbang
buatan negara Amerika. Dan aku mulai bosan dengan rutinitas baik di kantor
maupun di kost saat libur. Aku ingin tinggal bersama keluarga saja bila saja
aku sudah ada pekerjaan atau bisnis yang bisa membuat aku dekat bersama
keluarga dan temen-temen kampungku.
![]() |
| kabin pesawat besar |
Tempat kerjaku selama
hampir setahun ini ada di bandara internasional paling sibuk setidaknya di
Indonesia. Pekerjaanku memonitoring aktivitas perawatan serta perbaikan pesawat
terbang yang hampir selalu ditemukan permasalahan baru setiap harinya. Maklum
karena sebagian besar merupakan pesawat yang sudah berumur lebih dari 12 tahun.
Aku juga tengah dalam
tahap mencari alternatif pekerjaan alias bisnis baru yang nyata menghasilkan
penghasilan sehingga harapanku 6 bulan ke depan saya tidak harus bekerja pulang
pergi ke bandara lagi. Bukannya aku tak suka dunia penerbangan, bahkan aku suka
sekali sama barang yang namanya kapal terbang yang bisa mengantarkan hingga
ratusan orang menempuh jarak hingga ratusan kilo meter hanya dalam hitungan
satu atau dua jam saja. Tapi aku belum bisa sepenuhnya tinggal jauh dari
keluarga di rumah.
Sebenarnya di Semarang
juga ada bandara bernama Ahmad Yani di mana paling cuma satu jam dari rumahku.
Seandainya aku bisa bekerja di bandara itu (bagian teknik) tentu aku lebih
senang karena berarti dua keinginanku terpenuhi sekaligus. Semoga Tuhan
berkenan memudahkan urusanku ini.
Tulisan Lainnya :
