Senin, 08 Desember 2014

Pengalaman Kerja di Batavia Air



Kerja di Batavia Air - Barangkali sudah sekitar 2 tahun yang lalu saya tidak lagi bekerja sebagai Engineering di perusahaan penerbangan, Batavia Air. Keputusan untuk keluar dari pekerjaan itu saya ambil lantaran saya yang terlampau idealis terhadap cara berpikir dalam pekerjaan serta hubungan saya dengan sebagian rekan kerja sekantor. Seringkali saya berbeda pendapat dengan senior saya dan celakanya saya orangnya ndak suka menuruti perintah ketika perintah itu saya anggap tidak tepat. Tapi entah saya atau dia yang benar, yang jelas perbedaan pendapat seringkali muncul ke permukaan.
 
batavia-air
ilustrasi
Saya ingin sedikit cerita tentang pekerjaanku di sana. Waktu itu Batavia Air mengoperasikan sekitar 40 pesawat terbang dari 2 pabrikan pesawat ternama di dunia. Untuk penerbangan ke Jedah dipakailah pesawat berbadan lebar yaitu Airbus A 330. Sementara untuk penerbangan rute domestik cukup menggunakan pesawat berukuran menengah. Sayangnya saya belum pernah sekali pun dapat kesempatan menengok daleman pesawat besar ini.

Di bagian engineering Chief saya adalah seorang ‘’bule’’ dari Filipina. Orangnya baik dan cukup care sama saya. Hanya saja karena dia tidak bisa bahasa indonesia, jadinya komunikasi sedikit terbatas. Pekerjaan saya yakni diantaranya me-review AD (airworthiness directive) dan SB (service Bulletin) untuk kemudian dibuat Engineering Order. Saya juga mesti menjalin komunikasi yang baik dengan pihak PPC dan Base Maintenance. Saya juga sempat jatuh cinta sama seseorang di situ, tapi sayangnya belum sempat aku mengungkapkannya. ( tinggal di dekat bandara )


Blog terkait : 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar