Kerja di
Batavia Air - Barangkali sudah sekitar
2 tahun yang lalu saya tidak lagi bekerja sebagai Engineering di perusahaan
penerbangan, Batavia Air. Keputusan untuk keluar dari pekerjaan itu saya ambil
lantaran saya yang terlampau idealis terhadap cara berpikir dalam pekerjaan
serta hubungan saya dengan sebagian rekan kerja sekantor. Seringkali saya
berbeda pendapat dengan senior saya dan celakanya saya orangnya ndak suka
menuruti perintah ketika perintah itu saya anggap tidak tepat. Tapi entah saya
atau dia yang benar, yang jelas perbedaan pendapat seringkali muncul ke
permukaan.
![]() |
| ilustrasi |
Saya ingin sedikit cerita
tentang pekerjaanku di sana. Waktu itu Batavia Air mengoperasikan sekitar 40
pesawat terbang dari 2 pabrikan pesawat ternama di dunia. Untuk penerbangan ke
Jedah dipakailah pesawat berbadan lebar yaitu Airbus A 330. Sementara untuk
penerbangan rute domestik cukup menggunakan pesawat berukuran menengah.
Sayangnya saya belum pernah sekali pun dapat kesempatan menengok daleman
pesawat besar ini.
Di bagian engineering
Chief saya adalah seorang ‘’bule’’ dari Filipina. Orangnya baik dan cukup care
sama saya. Hanya saja karena dia tidak bisa bahasa indonesia, jadinya
komunikasi sedikit terbatas. Pekerjaan saya yakni diantaranya me-review AD
(airworthiness directive) dan SB (service Bulletin) untuk kemudian dibuat
Engineering Order. Saya juga mesti menjalin komunikasi yang baik dengan pihak
PPC dan Base Maintenance. Saya juga sempat jatuh cinta sama seseorang di situ,
tapi sayangnya belum sempat aku mengungkapkannya. ( tinggal di dekat bandara )
Blog terkait :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar